Headlines News :
Home » » Psikologi Sifat Manusia

Psikologi Sifat Manusia

Written By Sholeh Fasthea on Tuesday, May 19, 2009 | 5/19/2009 11:54:00 PM

Psikologi Sifat Manusia

Oleh: Sholeh Fasthea

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandinkangkan dengan ciptaan tuhan yang lain. Kesempurnaan itu bisa dipahami dari substansi manusia bahwa selain potensi fisik manusia yang indah, manusia dibekali juga potensi ruhaniah seperti akal pikiran dan hati nurani yang apabila digunakan dengan baik dan benar dapat memperkokoh kedudukannya sebagai manusia.


Manusia diciptakan ke muka bumi selain sebagai hamba ia juga diciptakan sebagai khalifah (pemimpin) baik bagi dirinya maupun bagi semesta di sekelilingnya. Oleh karena itulah potensi manusia tersebut harus dioptimalkan fungsinya agar tugasnya di muka bumi tersebut dapat terlaksana dengan baik. Untuk melaksanakan tugasnya, manusia harus mampu membedakan dua perkara yang sangat substansial dalam dinamika kehidupan, yaitu antara yang hak dan yang batil, yang benar dan yang salah, yang positif dan negatif dan seterusnya. Pembedaan antara kedua hal tersebut dapat tercermin dari perilaku manusia itu sendiri, tentunya yang dipengaruhi oleh kehendaknya masing-masing individu dalam menjalankan perilakunya. Berikut ini saya identifikasikan secara psikologis beberapa sifat baik (positif) dan sifat buruk (negatif) dari seseorang:


Sifat – sifat positif

1. Kelekatan dengan orang lain

Kelekatan dengan orang lain merupakan hubungan yang lebih bersifat emosi dan sosial terhadp orang lain.

2. Rasa cinta

Rasa cinta yang tumbuh dan berkembang dalam diri seseorang dapat mejadikan orang tersebut merasakan kedamain hidup. Seperti kecintaan pada orang tua, anak, saudara dan sebaginya.

3. Menerima diri, orang lain dan dunia apa adanya

Sifat ini bisa didasari oleh faktor keyakinan terhadap suatu hal sehingga seseorang dapat mempunyai optomisme dalam hidupnya.

4. Berempati

Empati merupakan sifat naluriah yang merupakan bentuk atau manifestasi dari kepedulian sosial.

5. Senang melihat orang mendapatkan kebahagiaan

Sifat ini merupakan sifat yang menjadikan seseorang tersebut bisa menerima dirinya sebagaimana adanya, sehingga ia tidak gusar melihat kebahagiaan yang diterima orang lain.


Sifat – sifat negatif

1. Menang sendiri

Menang sendiri biasanya menjadikans seseorang ingin menguasai segala sesuatu di luar dirinya, termasuk bagaimana ia bisa menjadi pengatur dan orang yang dipatuhi.

2. Tidak bisa membatasi diri

Rasa ingin melakukan segala sesuatu yang menurutnya mungkin dilakukan, tanpa berfikir lebih jauh tentang sebab akibatnya, tidak jarang sifat ini membuahkan penyesalan.

3. Agresif

Sifat ini sering mejadikan seseorang terlalu cepat dalam mengambil tindakan yang tidak mudah dikontrol atau terjadi secara spontanitas.

4. Cemas atau khawatir berlebihan

Perasaan cemas dan khawatir yang berlebihan menjadikans seseorang berhenti pada tempatnya. Hidupnya menjadi pesimis dan tidak emmpunyai pandangan ke depan.

5. Mudah marah

Sifat pemarah merupakan bentuk gagalnya dari sistem pengendalain diri dan penguasaan terhadap jiwa atau bahkan raga.


Beberapa contoh sifat di atas secara naluriah telah melekat pada diri manusia, karena selain hati nurani yang dapat menentukan kebenaran, manusia juga dibekali nafsu yang mendorong manusia untuk berbuat sesuat yang dianggap salah. Namun demikianmanusia mempunyai pilihan untuk memilih salah satunya ataupun menjalankan kedua-duanya dalam perilaku sehari-hari. Semua kembali kepada pribadi masing-masing yang saling mempunyai kebebasan untuk memilihnya.

Share this article :

2 comments:

  1. Kita memiliki kebiasaan buruk melalui gerak refleks yang begitu cepat. Ada semacam daya dorong untuk merespon sesuatu yang kita persepsikan jelek. Karena itu kita marah, jengkel, dendam, bahkan memukul orang.

    Secara rasio kita bisa mengatasi hal itu. Tapi itu saja belum cukup. Etika hanya mengatur hal2 yang nampak diluar.

    Masalah kebiasaan buruk seperti marah, itu berada pada level emosi, bukan rasio. Rasio itu hanya permukaannya.

    Untuk itu kita butuh2 pendekatan. Satu. Rasio untuk membendung dari luar. Tapi ada cara kedua, dan tidak boleh kita lupakan. Yaitu mendekati level pikiran yang dekat dengan emosi itu. Hal itu adalah kebijaksanaan intuitif. Itu berada pada level intuisi.

    Rasio itu ibarat membatasi gerak balon dari luar. Jika balon itu berkembang dan emosi negatif muncul, bahkan mungkin pd tahap kronis ketika tiba2 banyak masalah menerpa kita. Balon itu akan meletus.

    Itulah mengapa kita pada umumnya memiliki etika yang lubang. Harus disadari kita kaang berlaku baik, tapi kadang juga buruk.

    Cara kedua adalah mengatasi masalah dari dalam. Kebijaksanaan intuitif itu adalah melepas, keterbukaan, menyadari, menyatu dengan realitas.

    Mistikus menyebutnya kerajaan surga, Tuhan dalam diri, nirvana, pencerahan.

    Yah, itu dari dalam. Inner Peace, Inner Wisdom.

    ReplyDelete
  2. Emosi dan keadaan jiwa manusia bisa memunculkan sifat dan tingkah laku yang berbeda tergantung rasio dan intuisi mereka dalam menyikapi keadaan.
    Pada keadaan yang sama antar manusia bisa mempunyai respon yang berbeda pula, menurut anda dimanakah letak kebenaran dan kesalahan dari respon yang berbeda dan yang dapat menimbulkan keadaan lain yang berbeda pula

    ReplyDelete

Komentar Anda

Search

Custom Search
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Pendidikan Manusia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template