Headlines News :
Home » » Manusia Dalam Perspektif Antropologi

Manusia Dalam Perspektif Antropologi

Written By Sholeh Fasthea on Monday, March 29, 2010 | 3/29/2010 01:29:00 PM

Teori antropologi memegang peranan penting untuk membahas manusia, masyarakat dan budayanya. Pembahasan mengenai manusia memunculkan pengetahuan tentang asal-muasal manusia. Kalau dalam Islam secara umum dipahami bahwa Adam adalah nenek moyang manusia atau pendahulu manusia dalam bentuk sebagaimana manusia sekarang, kajian antropologi menajamkan pengetahuan tentang asal-muasal manusia dalam bentuk yang lain. Misalnya dalam cabang antropologi yaitu paleontropologi yang menggabungkan antropologi dengan biologi mempelajari bahwa manusia merupakan suatu jenis makhluk yang telah mengalami proses evolusi dari semacam makhluk primata. Teori tersebut didasarkan pada penemuan fosil di beberapa belahan dunia. Di Indonesia sendiri banyak ditemukan fosil yang menjadi sumbangan pengetahuan bagi dunia di antaranya fosil yang ditemukan Eugene Dubois seorang dokter Belanda pada tahun 1890 di lembah sungai Bengawan Solo dan di dekat desa Trinil di Jawa Timur yang diberi nama Pithecanthropus Erectus yang artinya manusia kera yang berjalan tegak.

Namun lebih daripada itu usaha untuk mencari asal usul manusia akhirnya dapat dipahami sebagai pengetahuan tentang budaya yang berkembang seiring perkembangan jaman dari waktu ke waktu, yaitu dengan ditemukannya fosil peralatan seperti kapak, batu, gerabah dan sebaginya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap manusia tidak bisa dilihat dari aspek fisiknya saja sebagaimana dibuktikan dari perbedaan-perbedaan bentuk fosil. Akan tetapi manusia juga mempunyai daya rohani yang berupa akal untuk bertahan hidup bersama masyarakatnya.

Keanekaragaman bentuk fisik manusia seperti warna kulit, warna rambut, bentuk muka dan sebagainya menyebabkan timbulnya pengertian ras yang menunjukkan ciri golongan tertentu. Namun kesalahpahaman terhadap pemaknaan ras telah menyebabkan kesengsaraan dan kesedihan di berbagai bangsa. Anggapan yang mengatakan bahwa ras tertentu lebih unggul atau lebih pandai dibanding ras lainnya adalah kesalahan fatal. Karena hal tersebut mengacaukan ciri ras yang sebenarnya sebatas pengertian fisik disamakan dengan pengertian rohani. Sampai sekarang tragedi itu masih terjadi yaitu adanya diskriminasi terhadap ras tertentu.

Oleh karena itu pemahaman terhadap manusia secara antropologis tidak hanya memandang manusia dari satu sisinya saja tetapi secara utuh yaitu bahwa manusia terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan rohani. Sehingga antropologi mempelajari manusia pada pola-pola tingkah laku atau tindakan dari individu manusia dalam masyarakat yang ditentukan oleh naluri, dorongan atau refleks ataupun tingkah laku manusia yang sudah tidak dipengaruhi oleh akal dan jiwanya sekalipun

Pola tingkah laku merupakan kepribadian individu yang tercermin pada unsur-unsurnya yaitu pengetahuan, perasaan dan dorongan naluri. Unsur-unsur kepribadian ini melalui proses yang dilakukan panca indra dan reseptor organisme yang lain diproyeksikan oleh individu dengan penggambaran lingkungan. Akhirnya individu dapat menjalankan budayanya dalam masyarakat baik sebagai individu maupun sosial.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Search

Custom Search
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. Pendidikan Manusia - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template